Showing posts with label KELAS KATA. Show all posts
Showing posts with label KELAS KATA. Show all posts

Thursday, November 16, 2017





Kita lanjutkan mengenai pembahasan tentang kelas kata terbuka,setelah tempo hati kita membahas Nomina (Kata Benda) dan Verba (Kata Kerja). Kelas kata yang terakhir adalah ADJEKTIVA atau KATA SIFAT.


ADJEKTIVA (Kata Sifat)


Kata sifat adalah kata yang menyatakan sifat khusus, watak, atau yang menyifatkan benda. Kata sifat berpotensi berkombinasi dengan kata sangat, amat, sekali, agak. Kata sifat ada yang berupa kata dasar seperti, cantik, baik, pintar, dan kata turunan (berimbuhan, kata ulang, majemuk), misalnya, terpandai, baik-baik, secepat-cepatnya, dan baik hati.



Dilihat dari segi semantik, yakni dari komponen makna utamanya. Adjektiva dapat diklasifikasikan menjadi beberapa komponen makna utama.
1.    [sikap batin]
ramah, galak, baik, judes,takut, sopan, jahat.
2.    [bentuk]
bulat, lonjong, bundar,lurus, lengkung.
3.    [ukuran]
panjang, pendek, tinggi, gemuk, ringan, murah, mahal.
4.    [waktu] atau [usia]
lama, baru, muda, tua, remaja.
5.    [warna]
biru, merah, hitam, jingga.
6.    [jarak tempuh]
jauh, dekat.
7.    [kuasa tenaga]
lemah, kuat, lesu, layu, segar.
8.    [kesan indra]
sedap, gurih, asin, pahit, halus, harum, lunak, licin, terang.


Untuk lebih jelasnya dapat disimak dalam video berikut :




Kelas kata terbuka telah SBI bahas, sampai jumpa di catatan SBI berikutnya.



Baca juga : 



+




Salam bahasa sobat SBI, di catatan SBI tempo hari telah dibahas tentang salah satu kelas kata yaitu Nomina (Kata Benda). Kali ini SBI akan membahas mengenai salah satu kelas kata lainnya yaitu VERBA atau KATA KERJA.


Verba (Kata Kerja)

Kata kerja merupakan kata yang menyatakan perbuatan atau pekerjaan. Ciri dari kata kerja adalah berpotensi berkombinasi dengan kata belum, sedang, akan, hendak, telah. Kata kerja juga terbagi atas kata kerja dasar dan kata kerja turunan. Kata kerja dasar misalnya, pergi, makan, duduk, jatuh. Kata kerja turunan (berimbuhan, kata ulang, kata majemuk) misalnya, memikul, berlari, jalan-jalan, pukul memukul, bertangan dingin.




Selain dibedakan berdasarkan kata dasar dan kata turunan, verba juga dapat dibedakan menjadi Verba Material, Verba Tingkah Laku, dan Verba Kejadian.

Verba Material merupakan kata kerja berimbuhan yang mengacu pada tindakan fisik, ataupun perbuatan yang dilakukan secara fisik oleh partisipan.
Contoh Verba Material di dalam kalimat:
1.    Fajar melihat seekor burung terbang di atas rumahnya.
2.    Kami belajar menulis huruf sejak di Sekolah Dasar.
3.    Polisi telah menangkap komplotan pencuri sepeda motor.
4.    Pak Tani membajak sawah setiap hari.
5.    Chris John memukul lawannya dengan pukulan yang sangat keras.


Verba Tingkah Laku adalah kata kerja yang mengacu pada tindakan yang dilakukan dengan ungkapan.
Contoh Verba Tingkah Laku di dalam kalimat :
1.    Kami sangat menikmati suguhan makanan yang disajikan.
2.    Siswa memahami pelajaran yang disampaikan oleh gurunya.
3.    Andri yakin bahwa dirinya akan lulus ujian nanti.
4.    Santi ingin sekali menjadi dokter.
5.    Pak Bupati menolak dengan tegas uang sogokan dari mafia proyek.


Verba kejadian adalah kata kerja yang mengungkapkan suatu peristiwa yang menimpa subjek di mana verba tersebut menjadi predikat dalam klausa.
Contoh Verba Kejadian di dalam klausa:
1.    gunung merapi meletus
2.    bukit itu longsor
3.    daun-daun mulai rontok
4.    pipa PDAM bocor
5.    ban mobil itu pecah


Secara morfologi verba yang berupa kata turunan berimbuhan dapat dikenali dari afiksasi atau penambahan imbuhan yang mengikuti kata dasarnya, perhatikan gambar di bawah!



untuk lebih jelasnya dapat disimak dalam video berikut :




Terima kasih telah membaca, nantikan catatan SBI berikutnya.



Baca juga : 



+

Thursday, November 9, 2017



Salam bahasa sobat SBI, di catatan SBI terdahulu telah dibahas tentang kelas kata beserta ciri-cirinya. Kali ini SBI akan membahas lebih detail mengenai salah satu kelas kata. Kita mulai dari Nomina atau kata benda.

Nomina (Kata Benda)

Kata benda atau nomina merupakan kata yang menyatakan nama semua benda atau segala sesuatu yang dibendakan. Menurut fungsinya dalam kalimat, kata benda adalah kata yang biasanya menduduki fungsi S (Subjek), O (Objek), atau pel. (pelengkap). Kata benda bisa berupa kata dasar, misalnya, rumah, mobil, buku, ataupun bisa berupa kata turunan (berimbuhan, kata ulang, majemuk), misalnya, penulis, kecantikan, sungai-sungai, pensil-pensil, rumah baru, papan tulis. Kata benda dapat berkombinasi dengan kata bukan, dan memiliki potensi didahului oleh kata di, ke, dari, pada


Dikutip dari Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses), Abdul Chaer. Ada beberapa tipe kata yang termasuk ke dalam kelas kata nomina.
1.      Komponen makna [orang]
Dalam komponen makna orang bisa berupa :
a.      nama diri: Asep, Fatimah, Ciliwung, Bandung.
b.      makna kekerabatan: Ibu, Bapak, Saudara, Adik.
c.       kata ganti: dia, kamu, saya, mereka, kalian.
d.      nama jabatan: guru, dokter, gubernur, presiden.
e.       gelar: raden, tengku, datuk, sarjana.
f.       nama pangkat: letnan, jenderal, laksamana.
2.      Komponen makna [nama institusi]
Misalnya, Pemerintah, DPR, Universitas, Bank, Kelurahan.
3.      Komponen makna [binatang]
Misalnya, kucing, harimau, unta, cacing, hiu, dll.
4.      Komponen makna [tumbuhan]
Misalnya, rumput, durian, apel, mawar, bayam, jagung, dll.
5.      Komponen makna [peralatan]
Misalnya, kompor, piring, gergaji, bola, pensil, becak, sepeda.
6.      Komponen makna [makanan dan minuman]
Misalnya, roti, teh, bakso, seblak, gado-gado.
7.      Komponen makna [nama geografi]
Misalnya, kota, laut, sungai, gunung, teluk, desa.
8.      Komponen makna [kegiatan]
Misalnya, olahraga, rekreasi, debat, diskusi, piknik.

Dari segi bentuk, nomina turunan dapat dikenali dari imbuhan yang mengikuti kata dasarnya, seperti:

untuk lebih jelas dapat dilihat dalam video berikut :



Terima kasih telah membaca, semoga bermanfaat.


Baca juga : 



+